Tentang GKI Camar

Cikal bakal GKI Camar bermula dari kebaktian di sebuah garasi berukuran 3×6 m di jalan Pelangi 1/31 Jakasampurna Bekasi di pertengahan 1984. Kebaktian pertama ini dihadiri oleh 4 orang, kemudian meningkat menjadi 13 orang pada kebaktian berikutnya dan terus meningkat di minggu-minggu berikutnya.

Cikal bakal pos KPK ini akhirnya diresmikan sebagai POS KPK dari GKI Cipinang Elok, pada tanggal 24 Oktober 1984.

Menjelang Natal tahun 1985, POS KPK telah dapat meng-over beli sebuah rumah yang diatas tanah seluas 285 m2 yang terletak di jalan Camar 23 Jakamulya Bekasi Selatan. Dan perayaan Natal 1985 jemaat sudah menggunakan tempat tersebut. Tiga tahun berikutnya tanah yang telah dimiliki dapat diperluas menjadi 457,5 m2. Ini semua terjadi karena berkat dan anugerah dari Tuhan.

Pada persidangan Majelis Klasis Jakarta Timur Tahun 1989, Pos KPK Jakasampurna ini diresmikan menjadi Bakal Jemaat GKI Jakasampurna, yang diasuh oleh jemaat GKI Cipinang Elok. Kebaktian Pengucapan Syukur atas peresmian tersebut dilakukan pada perayaan Natal tahun 1989. Hingga pada akhirnya tanggal 19 April 1993, bakal jemaat GKI Jakasampurna ini diresmikan dan diteguhkan sebagai jemaat GKI Jabar ke-69, dengan nama Jemaat GKI Camar, Jakamulya, Bekasi Selatan, terhisab dalam lingkup Klasis Jakarta Timur. Kebaktian peresmian dan peneguhan dilayani oleh Pdt. Ferdinand Suleeman. Karena belum memiliki pendeta sendiri, maka BPMK Jakarta Timur menetapkan Pdt. S. Bambang Soetopo sebagai pendeta konsulen. Berturut-turut pendeta konsulen di GKI Camar adalah Pdt. David Jo Sun Hok, Pdt Benyamin Maleachi, dan Pdt John Ch. Panuluh.

Dan karena Klasis Jakarta Timur saat itu dibagi menjadi dua Klasis, yaitu Klasis Jakarta Timur dan Klasis Jakarta Selatan, maka jemaat GKI Camar kembali mengalami kekosongan pendeta konsulen, sampai akhirnya BPMK Jakarta Selatan menetapkan Pdt. Jefta Ch Widyaatmaja, M.Th. sebagai pendeta konsulen di GKI Camar.

Pergumulan jemaat GKI Camar akan kehadiran seorang pendeta terjawab dengan diteguhkannya Pdt. Asworo Pireno pada hari Senin, 24 Agustus 1998 sebagai pendeta jemaat GKI Camar.

Sejak akhir tahun 2008 Pdt. Asworo Pireno telah memasuki emiritasi. Sementara menunggu pentahbisan calon pendeta Pnt. Charliedus R. Saragih S.Si (Teol), GKI Camar mempunyai pendeta konsulen pada diri Pdt. Nurhayati Girsang.